Dedikasi Tanpa Batas dr. Ayu Rahmi Pratiwi: Menembus Jalur Ekstrem Demi Kesehatan Suku Anak Dalam di Tanah Garo
SangkakalaNesw ( Tebo )– Sebuah dedikasi mulia kembali ditunjukkan oleh tenaga kesehatan di Provinsi Jambi. Di sela-sela program pembagian obat malaria yang menyasar warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Tanah Garo, Kabupaten Tebo pada Selasa, 15 September, terselip kisah perjuangan yang menginspirasi dari para garda terdepan kesehatan.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jambi bersama UPTD Puskesmas Pintas Tuo ini menjadi panggung pengabdian bagi dr. Ayu Rahmi Pratiwi. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini tampak penuh semangat dan tanpa lelah memeriksa satu per satu warga SAD yang berkumpul. Senyum dan keramahannya menjadi penyejuk di tengah ketatnya upaya pencegahan penyakit malaria di wilayah tersebut.
Mengabdi di wilayah Kecamatan Muara Tabir bukanlah perkara mudah. Untuk mencapai lokasi pemukiman SAD di Desa Tanah Garo, dr. Ayu dan tim medis harus berhadapan dengan realita infrastruktur jalan yang rusak cukup parah. Lubang-lubang dalam, kubangan lumpur, dan jalur yang terjal menjadi tantangan berat yang harus mereka taklukkan setiap harinya.
Namun, tantangan geografis tersebut tidak menyurutkan pandangan kritis dr. Ayu mengenai masa depan pelayanan kesehatan bagi warga minoritas ini. Saat ditanya mengenai bagaimana seharusnya format pelayanan kesehatan yang ideal bagi warga SAD, dr. Ayu memberikan pernyataan tegas:
"Ya selama ini UPTD Puskesmas Pintas telah banyak melakukan pengobatan buat SAD ya, terutama yang datang langsung,, hanya saja program program dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan pencegahan harus lebih intens dilakukan, ya menurut saya mereka itu hrus dilakukan secara layaknya warga desa lainnya, artinya memanusiakan manusia ya,"
Bagi dokter muda ini, rusaknya jalanan tak sedikit pun melunturkan semangatnya. Melalui visinya yang humanis, dr. Ayu Rahmi Pratiwi mengingatkan kita semua bahwa kesehatan adalah hak segala bangsa, termasuk warga Suku Anak Dalam. Sumpah dokter yang diembannya benar-benar membumi di atas tanah Muara Tabir, membuktikan bahwa ketulusan mengabdi mampu melintasi pekatnya rintangan infrastruktur demi memanusiakan sesama.( Adl)
Posting Komentar