BAZNAS Tebo Disorot, Aktivis Anti Korupsi Tebo Agendakan Aksi, Desak APH Periksa Komisioner
SN (Tebo) — Gelombang perlawanan terhadap dugaan korupsi di tubuh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tebo kian membesar. Gabungan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Gematipikor), Relawan Pejuang Lintas Kecamatan (Repelita), dan DP2 Pekat IB resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Kapolres Tebo.
Aksi damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, berlokasi di Simpang Tugu Sultan Thaha Syaifuddin hingga Mapolres Tebo, dengan estimasi massa mencapai ±100 orang. Namun di balik label “aksi damai”, tuntutan yang dibawa sangat keras: usut tuntas dugaan penyalahgunaan dana umat di Baznas Tebo sejak 2017 hingga 2025.
Koordinator lapangan aksi menegaskan, dugaan yang mencuat bukan persoalan kecil. Berdasarkan data yang mereka klaim miliki, dana zakat diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum komisioner Baznas. Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran administratif—melainkan pengkhianatan terhadap amanah umat.
“Ini uang umat, bukan milik pribadi. Jika disalahgunakan, ini kejahatan moral sekaligus pidana,” tegas perwakilan aksi.
Massa juga mendesak Kapolres Tebo beserta jajarannya untuk tidak ragu membuka penyelidikan menyeluruh terhadap laporan ini, termasuk memeriksa aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Publik kini menunggu: apakah aparat penegak hukum akan bertindak tegas, atau justru membiarkan kasus ini mengendap seperti banyak kasus lain yang tak kunjung jelas ujungnya?
Aksi 8 April diprediksi menjadi titik awal tekanan publik yang lebih besar. Jika tuntutan tak direspons serius, bukan tidak mungkin gelombang protes akan semakin meluas. ( Adl )

Posting Komentar