DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan

SangkakalaNews ( Tebo ) Gelombang protes terhadap kinerja DPRD Kabupaten Tebo terus memuncak. Hafizan Romy  Faisal, perwakilan dari Tim 8, secara terbuka menyatakan kekecewaannya dan menuding lembaga legislatif tersebut telah membohongi rakyat terkait tidak terealisasinya program usulan masyarakat serta ketidakjelasan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Kekecewaan ini dipicu oleh janji pimpinan DPRD Tebo yang sebelumnya sesumbar akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memberikan keterangan resmi. Namun, hingga saat ini, janji tersebut dinilai hanya menjadi "angin surga" tanpa realisasi nyata. 
“Kami Tim 8 merasa dikhianati. Mana janji DPRD yang katanya mau panggil TAPD? Sampai detik ini tidak ada penjelasan. Kami minta DPRD segera speak up dan jangan bungkam!” tegas Hafizan Romy Faisal kepada media.

Kecurigaan Terhadap Dokumen APBD 2026.
Selain persoalan pinjaman SMI, Romy juga menyoroti adanya kejanggalan administratif yang serius. Ia mencurigai bahwa dokumen Perda APBD 2026—yang secara resmi telah diketuk palu dalam rapat Paripurna pada tahun 2025 lalu—hingga kini belum dicetak maupun didistribusikan kepada pihak-pihak terkait."Kami curiga ada sesuatu yang disembunyikan. Kenapa dokumen APBD 2026 yang sudah sah itu belum juga didistribusikan? Apakah ada perubahan sepihak di dalamnya pasca ketuk palu? Publik berhak tahu isi dokumen tersebut," tambahnya.

Tudingan "Main Mata" di Balik Rapat Tertutup.
Kecurigaan masyarakat semakin liar,  setelah beredar informasi bahwa pihak TAPD sempat mangkir dari panggilan DPRD pada akhir April 2025. Bukannya mengambil tindakan tegas, unsur pimpinan DPRD justru terlihat menghadiri acara Coffee Morning di Rumah Dinas Bupati Tebo, yang dikemas dalam bentuk rapat tertutup. Pasca pertemuan tersebut, tidak ada satu pun anggota dewan yang bersuara lantang mengenai pemangkasan pinjaman SMI yang menyusut dari Rp140 miliar menjadi Rp100 miliar, maupun mengenai perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diduga dilakukan sepihak oleh eksekutif. 
“Sangat ironis, rakyat menunggu transparansi, tapi wakil rakyatnya malah asyik rapat tertutup dengan eksekutif. Jangan sampai pertemuan Coffee Morning itu hanya jadi ajang kompromi yang mengabaikan kepentingan rakyat, ” pungkas Romi.
Hingga saat ini, pihak DPRD Tebo belum memberikan keterangan resmi untuk menanggapi desakan dan kecurigaan yang dilontarkan oleh Romi Hafidzan Faisal dan Tim 8. Masyarakat Tebo kini menanti keberanian para wakil rakyat untuk membuktikan fungsi pengawasannya secara terbuka. (Adl)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan
  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan
  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan
  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan
  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan
  • DPRD Tebo Bohongi Publik, Tim 8 Curigai Dokumen APBD 2026 Sengaja ditahan

Posting Komentar